Thursday, December 1, 2016

Turki benar-benar berubah 180 derajat sejak dipimpin Presiden Erdogan.




Berikut ini adalah catatan perjalanan Ketua Umum BAZNAS Dr. KH. Didin Hafidhuddin, M.Sc saat mengunjungi Turki.

Cerita yang mengagumkan bukan tentang gemerlap kota Istambul yang mencolok terlihat dari pesawat apabila melintasi Eropa,
atau para wanitanya yang berwajah elok,
tapi tentang kehidupan relijius yang semakin pesat luar biasa.

Turki benar-benar berubah 180 derajat sejak dipimpin Presiden Erdogan.

Hal yang sangat menakjubkan adalah suasana keagamaan rakyat Turki yang begitu antusias.
Sekarang masjid-masjid sangat ramai dengan pemuda yang beribadah dan juga kegiatan keislaman. TERUTAMA yang paling mengagumkan adalah ketika waktu SHALAT SUBUH datang, masjid di Turki sangat penuh sesak dengan jamaah yang didominasi KAUM MUDA , suasana yang mirip dengan di Indonesia, pada shalat Jum'at.





Dr. Didin mengingat kembali ketika dirinya berkunjung ke Turki sekitar tahun 1990-an,
saat itu Turki masih sangat sekuler.
Jangankan waktu shalat subuh, dikala adzan maghrib pun tidak ada yang pergi shalat berjamaah.

"Saat itu saya shalat hanya dengan istri dan anak, sebab tiada jamaah setempat yang datang." jelas Dr Didin.

Luar biasa dan yang lebih mencengangkan para remaja Turki ke masjid dengan mobil-mobil mewah di parkir di halaman masjid” ungkapnya.

Selain tingkat religiusitas masyarakat Turki yang menjadi lebih baik, kondisi ekonomi Turki saat ini juga sangat berkembang pesat.

Tanpa bantuan pinjaman luar negeri pemerintah Turki sanggup membangun, membuat perubahan signifikan dan mampu bersaing dengan negara maju dunia.







Peringkat ekonomi Turki melompat tinggi sekali dari 111 menjadi peringkat 16 dunia,
sehingga saat ini Turki masuk daftar 20 negara kuat (G20). 

Pendapatan perkapita penduduk pun naik dari $3.500 USD (2003)..
menjadi $11.000 USD (2013).. dan terus menanjak.

Pemerintah Turki sebelumnya serius mencanangkan 3 Program Nasional yaitu:

1⃣ Gerakan Shalat Subuh
     berjamaah di Masjid.
2⃣ Gerakan Infaq Sedekah.
3⃣ Gerakan Ekonomi Umat.

❤ Program terobosan GERAKAN shalat SUBUH berjamaah di MASJID memperoleh sambutan luar biasa dari masyarakat, dengan hasil mencengangkan.

Shalat subuh menjadi sangat ramai seperti  shalat jumat di Indonesia.
Tentu saja keberkahan shalat subuh berjamaah mendapatkan hasil di luar nalar, dibuktikan dengan teratasinya berbagai kesulitan nasional Turki yang sebenarnya tidak mudah, apalagi Eropa beberapa tahun lalu menderita krisis ekonomi.

Apa kabar dengan Indonesia kita.. ?!

Kapan negeri yang berpenduduk mayoritas Muslim ini menjadi negeri yang berelijius tinggi.. ?!
Semoga tak lama lagi.

Tolong bantu bagikan agar banyak muslimin mengambil  manfaat, ibrah/pelajaran serta hikmah dari fenomena menarik ini.

❤ Jangan lupa bagikan info ini..
agar semua MUSLIM INDONESIA TERGERAK hatinya untuk melaksanakan SHUBUH berjamaah di MASJID,
karena Allah sendiri yang menjamin kehidupan orang-orang yang mau bergegas shalat berjam'ah dimasjid.

Dan shalat yang PALING  BERAT adalah shalat SHUBUH berjamaah di MASJID...

Sudahkah kt begitu?

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Ciamis Merubah Segalanya, Meski "Media Si Itu" Memberitakan Cuman 80 Orang

Tadinya saya berpikir 212 akan lebih sedikit dari 411.

Tapi perkiraan saya salah, Ya... 212 kemungkinan akan lebih besar dari 411, kenapa?
Karena ada killer content bernama CIAMIS.

Orang yg paham digital marketing pasti paham apa itu killer content.

Berita Ciamis menasional dan mendunia meski "Media si itu" memberitakan cuma 80 orang saja peserta. Tapi, ini era sosial media dimana kebenaran akan terkonfirmasi dengan cepat sebagaimana hoax juga menyebar dgn cepat.





Dan aksi longmarch ribuan massa dari ciamis menuju jakarta bukanlah hoax. Dia adalah fakta gerakan berbasis ghirah pada agama dan Al-Quran - dari hati yg menyentuh hati setiap orang yg membaca. Kecuali kaum sebelah tentunya.

Killer Content itu valuenya harus dari hati dan jujur baru bisa menggerakan.
Dan Ciamis menggerakan semuanya. Dari sumatera ada 100 bis yg bergerak...Dari papua, makassar dan semua pelosok Indonesia bergerak. Hari ini dapat kabar juga dr sahabat pengasuh pesantren berbasis NU bahwa merekapun akan bergerak ke Jakarta.

Beberapa sahabat saya yg di 411 nggak ikut aksi...di 212 banyak yg memutuskan untuk hadir.
Kenyataan / teori tentang ini bisa kamu baca dibuku malcom gladwell berjudul tipping point....Bab Ketok Tular. Bagaimana sebuah konten berisi fakta informasi yang menyebar dengan sangat cepat seperti wabah bisa merubah dan menggerakan kerumunan dalam jumlah tak terhingga untuk menuju tujuan yg sama.(copas) 

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Ternyata Wanita Asal Indonesia Pencipta Lagu Nina Bobo Ini Dijadikan Pahlawan di Israel, ini sebab nya

ilustrasi


Tak banyak yang mengetahui jika ada dua nama asal Indonesia yang mendapat gelar pahlawan di Israel.

Mima Saina dan Tole Madna, adalah dua orang Indonesia yang namanya tercatat di kawasan monumental Israel.

Dilansir dari Wikipedia, Mina Saina adalah wanita yang berdarah Jawa, dan Tole Madna adalah seorang pria asal Indonesia.

Dikutip dari situs yadvashem.org, Mima Saina dan Tole Madma dijadikan pahlawan pada tahun 2003 atas rekomendasi Congregation Adas Israel di Washington D.C. dan Senator California, Henry A. Waxman.

Lalu apa yang sebenarnya dilakukan oleh mereka hingga bisa mendapat gelar terhormat tersebut?

Tak banyak informasi mengenai keduanya, namun Wikipedia menceritakan jika Tole Madna adalah seorang warga Indonesia yang menetap di Belanda.

Sedangkan Mima Saina adalah pembantu rumah Tole Madna.

Keduanya dinobatkan menjadi pahlawan karena pernah menolong bayi bernama Alfred Munzer.

Setelah dewasanya nanti, Alfred ternyata menjadi seorang ahli penyakit dalam dan spesialis paru yang tinggal di Washington DC, Amerika Serikat.

Dia juga pernah menjabat sebagai Presiden Asosiasi Ahli Paru Amerika Serikat.

Disebutkan pula bahwa beberapa literasi pernah menceritakan kisah kemanusiaan yang dilakukan oleh keduanya.

Kisahnya bermula Kisahnya dari pasangan bernama Simcha Mnzer dan Gisele.

Keduanya merupakan sepupu dan bertemu saat berada di Polandia.

Simcha berasal dari kota Kaczuga sedangkan Gisele berasal dari Rymanw, kedua kota berada di propinsi Podkarpackie, Polandia selatan.

Ketika berusia 18 tahun, Simcha hijrah ke Hague, Belanda. Di sana dia membuka sebuah butik pakaian.

Sedangkan Gisele tinggal di rumah kakaknya di Berlin sebelum akhirnya menuju Hague di awal Desember 1932, dan menikah dengan Simcha pada 16 Desember 1932.

Pernikahan mereka dikaruniai tiga orang anak.

Mereka adalah Eva, Leah dan juga Alfred Munzer.

Alfred lahir bertepatan dengan invasi Jerman atas Belanda pada tahun 1941.

Di sinilah kisah kemanusiaan itu berawal.

Untuk menyelamatkan ketiga anaknya, Gisele memilih untuk menjual semua harta yang ia miliki.

Ia kemudian menitipkan kedua putrinya kepada seorang tetangga.

Sedangkan Alfred saat itu dititipkan kepada Annie Madna.

Dia kemudian dipindahkan untuk dirawat oleh adik perempuan Annie karena saat itu seorang Belanda simpatisan Nazi tinggal di sebelah rumah mereka.

Demi keselamatan Alfred, Annie kemudian menghubungi mantan suaminya, Tole Madna, seorang lelaki juga imigran asal Indonesia.

Di sanalah akhirnya Alfred dirawat oleh Tole Madna hingga Perang Dunia II berakhir.

Saat itulah Alfred mengenal Mima.

Selama dalam pelarian, ia dibawah pengasuhan Mima.

Dikisahkan pula jika Mirna sempat harus berjalan demi mencari susu untuk Alfred.

Dalam perjalanan yang dilakukan secara tersembunyi itu, Mima terus menyanyikan lagu Nina Bobo.

Lagu itu ternyata bisa membuat Alfred tertidur sehingga tak menimbulkan suara yang bisa membahayakan keselamatan mereka.

Atas jasa Tole dan Mima yang melindungi Alfred dengan segenap nyawa mereka, Congregation Agas Israel di Washington D. C. merekomendasikan nama mereka menjadi pahlawan.

Pada tahun 2003, nama mereka pun diukir di taman monumen Righteous Among the Nations.

sumber: bangkapos

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Ini Alasan Menkominfo Berani Blokir Portal Habib Rizieq : www.habibrizieq.com

Pemblokiran situs Habib Rizieq Shihab membuat Front Pembela Islam (FPI) bertanya tanya. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pun terpaksa turun tangan menjelaskan alasannya.

Saat ditemui usai menyampaikan keynote di acara Indonesia Economy and ICT Outlook 2017, menteri yang akrab disapa Chief RA itu pun langsung diberondong pertanyaan.

Dalam penjelasannya, ia menolak bila pihaknya dianggap pilih-pilih dalam memblokir sebuah situs. Menurutnya pemerintah hanya akan memblokir bila situs tersebut melanggar aturan.






"Apapun yang diblokir itu karena tidak sesuai aturan. Itu jelas diatur dalam undang-undang. Regulasi jalan terus, tidak karena mau ada apa. Itu nggak ada," kilah Rudiantara di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (1/12/2016).

Kominfo sendiri telah memblokir situs habibrizieq.com sejak 26 November 2016. Penyebabnya, situs ini dinilai mengandung muatan yang meresahkan masyarakat. Meski memblokir situs itu, Kominfo menyatakan tak ada masalah dengan sosok Imam Besar FPI itu.

"Ini bukan karena Habib Rizieq-nya, namun karena kontennya. Pertimbangannya, isinya berpotensi menimbulkan keresahan yang besar di masyarakat," Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Humas Kemenkominfo Noor Iza.

Dia menjelaskan, pemblokiran dari Kemenkominfo dilakukan dengan meminta semua penyelenggara jasa internet (PJI/ISP). Meski semua PJI diminta memblokir, namun ada yang sudah melaksanakannya dan ada yang belum.

"Yang melaksanakan adalah ISP. Kami merequest ke ISP, tinggal ISP melaksanakan dalam waktu yang cepat atau agak belakangan," kata Noor.

Sementara saat dikonfirmasi terpisah, FPI mengecam keras pemblokiran ini. "Iya saya sudah tahu pemblokirannya. Ini kan media dakwah. Untuk pelayanan umat. Mengapa diblokir?" sesal Sekjen FPI DKI Novel Bamukmin, Kamis (1/12/2016).

Menanggapi tindakan dan pertimbangan dari Kominfo ini, Novel menilai hal tersebut tidak masuk akal. Menurutnya, jika memang situs tersebut dianggap meresahkan, kenapa tindakan tidak diambil dari dulu.

"Kan sudah ada dari dulu. Mengapa baru ketika ada kasus penistaan agama ini baru diambil tindakan. Itu kalau memang benar-benar meresahkan lho ya," ujar Novel.

Menurut Novel situs habibrizieq.com bermanfaat bagi umat. Yang keberatan dengan situs tersebut, kata Novel, hanya pihak-pihak tertentu saja. "Kan cuma pendukung Ahok itu saja yang keberatan," pungkas Novel. (rou/rou) 






Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Lagi Allah Tunjukkan Kuasa NYA, Keajaiban Cuaca Jelang Aksi 212, Netizen: Seperti Lailatul Qadr




Satu hari menjelang dihelatnya Aksi Super Damai III di Monumen Nasional Jakarta pada Jum'at (2/12/16), sebagian netizen mengaku, suhu udara di tempat mereka berada dalam suasana yang sejuk. Tidak terlalu panas. Tidak terlalu dingin.


Seorang netizen yang menetap di Ibu Kota Jakarta menuturkan, "Subhanallah... Cuaca di luar sepertinya panas. Tapi seharian di luar gak terasa menyengat. Adem rasanya. Spt mlm Lailatul Qadr." tulis Tri Nugoroho sekitar pukul 14:36 WIB.








Netizen lain yang berada di Aceh juga menuliskan kesan serupa. Sebuah akun bernama Hilal Gibraltar menulis status, "Udara hari ini berbeda sekali kan? Adem sekali rasanya. Sepertinya tidak hanya di Banda Aceh, teman-teman di Jawa juga berkomentar sama mengenai cuaca hari ini. Bagaimana keadaan cuaca di daerah teman-teman lainnya?" ungkap Hilal sekitar pukul 10:00 WIB.

Status Hilal ini disambut oleh netizen lain. Anissa Feranii Siregar yang menetap di Ibu Kota Jakarta dan beraktivitas di Cikarang Bekasi, misalnya, menyatakan, "Adeem bang Jakarta pagi td. Angin sepoii2. Skrg aku sdh di Karawang pun bgituu."


Netizen lain yang berada di Jakarta juga mengamini unggahan Anissa dan berharap agar esok hari, cuaca serupa ini.

Bukan hanya di Jakarta dan Aceh, netizen yang berada di Surabaya dan Palu juga mengakui sejuknya cuaca hari ini. 

"Surabaya agak mendung," ungkap Pandu Krispawan.

Sedangkan netizen bernama Om Ian Ahmad ikut bersaksi, "Palu, adem."

Di tempat Tarbawia bertugas, sekitar Buaran Indah Kota Tangerang Banten, suhu udara berkisar di angka 30 derajat celcius. Biasanya, udara siang berada di kisaran 35 sampai 37 derajat celcius. Angin bermbus sedang. Anak-anak yang biasa tidur atau bermain di dalam rumah, saat ini tengah bermain santai di halaman.

Bagaimana dengan udara di lokasi sahabat Tarbawia? Apakah serupa? Apakah ini bagian dari keajaiban menjelang Aksi Super Damai 212 esok hari? [Tarbawia/Om Pir] 

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Di Anjurkan Nabi, Pada Akhir Zaman, Singgahlah di 4 Negeri Ini

PADA akhir zaman, kita akan melihat kerusakan di mana-mana. Bukan hanya bangunan-bangunan besar, tetapi moral manusia pun ikut rusak. Sehingga, orang-orang beriman di masa seperti itu harus lebih berhati-hati lagi dalam menjaga keimanannya. Sebab, orang-orang yang tak memiliki iman, tidak ingin melihat ada orang yang beriman kepada Tuhannya.





Dajjal, itulah pemimpin orang-orang yang tidak beriman. Mereka akan melakukan apa saja untuk menyesatkan manusia. Tetapi, kita tak perlu khawatir. Ada empat negeri yang telah didoakan Rasulullah ﷺ, bahkan dua di antaranya tidak akan bisa dimasuki Dajjal dan satu lainnya akan menjadi tempat dibunuhnya Dajjal. Empat negeri tersebut merupakan negeri-negeri yang dianjurkan untuk dihuni di akhir zaman. Di mana sajakah itu?

1. Makkah

Makkah dinyatakan Rasulullah sebagai sebaik-baik bumi. Beliau ﷺ bersabda, “Demi Allah, engkau adalah sebaik-baik bumi dan bumi Allah yang paling dicintai-Nya. Seandainya aku tidak terusir darimu, aku tidak akan keluar (dari Makkah),” (HR. Tirmidzi; shahih).

Ketika Dajjal muncul dan membuat kerusakan di mana-mana, Makkah merupakan negeri yang tidak bisa dimasuki oleh Dajjal. Dalam hadis Fathimah bin Qais Radhiyallahu ‘Anha disebutkan bahwa Dajjal mengatakan, “Aku akan keluar dan menelusuri muka bumi. Tidaklah aku membiarkan suatu daerah kecuali pasti aku singgahi dalam masa empat puluh malam kecuali Makkah dan Thoybah (Madinah). Kedua kota tersebut diharamkan bagiku. Tatkala aku ingin memasuki salah satu dari dua kota tersebut, malaikat menemuiku dan menghadangku dengan pedangnya yang mengkilap. Dan di setiap jalan bukit ada malaikat yang menjaganya,” (HR. Muslim).

2. Madinah



Madinah adalah kota iman. Sebagaimana Makkah, Madinah juga tidak bisa dimasuki oleh Dajjal.
“Sesungguhnya iman akan kembali ke kota Madinah sebagaimana ular kembali ke lubang atau sarangnya,” (HR. Bukhâri dan Muslim)

“Di setiap tembok atau batas kota Madinah ada malaikat. Kota Madinah tidak akan bisa dimasuki oleh penyakit thâ’ûn (lepra) tidak pula Dajjâl,” (HR. Bukhâri dan Muslim).

3. Yaman

Rasulullah mendoakan Yaman agar menjadi negeri yang diberkahi. Yaman juga identik dengan iman, ilmu dan hikmah.

“Penduduk negeri Yaman telah datang kepada kalian. Mereka adalah orang yang paling lembut hatinya. Iman itu ada pada Yaman, Fiqih ada pada Yaman, dan hikmah ada pada Yaman,” (HR. Ahmad; shahih).

“Pada akhirnya umat Islam akan menjadi pasukan perang, satu pasukan di Syam, satu pasukan di Yaman, dan satu pasukan lagi di Iraq. Hendaklah kalian memilih Syam. Karena ia adalah negeri pilihan Allah. Allah kumpulkan di sana hamba-hamba pilihan-Nya. Jika tak bisa, hendaklah kalian memilih Yaman dan berilah minum (hewan kalian) dari kolam-kolam (di lembahnya). Karena Allah menjamin untukku negeri Syam serta penduduknya,” (HR. Abu Dawud, Ahmad, Hakim, dan Ibnu Hibban).

4. Syam

Yang keempat adalah negeri Syam. Saat ini, Syam terpecah menjadi Suriah, Palestina, Jordania dan Lebanon.

“Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam kami. Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Yaman kami,” (HR. Bukhari).

Dalam hadis yang lain disebutkan bahwa Dajjal tidak bisa memasuki Masjid Al-Aqsha Palestina yang juga merupakan bagian dari Syam.

“Dajjal tidak akan memasuki empat masjid, masjid Ka’bah (masjidil Haram), masjid Rasul (masjid Nabawi), masjid Al-Aqsha dan masjid Ath-Thur,” (HR. Ahmad; shahih). []

Sumber: www.tarbiyah.net

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !

Wahai Muhammad, Apakah Abdul Muthalib Masuk Neraka?

RASULULLAH SAW dakwah pertama kali secara terang-terangan di Bukit Shafa, sedangkan Abu Lahab adalah orang yang pertama kali menentang kehadiran Islam dengan keras. Namun, sikapnya melunak sepeninggal Abu Thalib.

Sebagai putra pertama Abdul Muthalib, ia harus menjaga kehormatan Bani Hasyim dan Bani Muthalib untuk menjaga status sosialnya di masyarakat. Ia juga mengincar posisi pemimpin Bani Hasyim dan Bani Muthalib yang dulu dipegang oleh Abu Thalib.





Caranya adalah mencuri simpati orang-orang berpengaruh di kedua kabilah tersebut dengan menjadi pelindung Muhammad, sebagaimana yang Abu Thalib lakukan dulu.

Abu Lahab mendatangi Muhammad dan berkata, “Hai Muhammad, Teruskanlah dakwahmu. Apa pun yang kau-lakukan semasa Abu Thalib masih hidup, bisa kaulakukan sekarang. Demi Latta, tidak ada seorang pun yang bisa menyakitimu selama aku masih hidup.”

Abu Lahab tidak pernah mengingkari janjinya itu. Ketika Ibnu Ghaythalah, seorang kafir Quraisy, mencaci maki Rasulullahsaw, Abu Lahab benar-benar menunjukkan kemarahannya. Ibnu Ghaythalah pun lari terbirit-birit karena ketakutan sambil berteriak, “Wahai orang-orang Ouraisy! Abu Lahab telah keluar dari agama kita!”

Mendengar hal itu, kaum Quraisy sangat terkejut. Bukankah Abu Lahab orang yang mereka andalkan untuk memecah belah persatuan Bani Hasyim dan Bani Muthalib? Mengingat bahwa Abu Lahab memang mudah dijebak dan diperdaya, mereka khawatir Muhammad telah berhasil memperdayanya.

Kekhawatiran mereka segera dijawab Abu Lahab, “Aku tidak pernah meninggalkan agama Abdul Muthalib. Hanya saja aku ingin melindungi keponakanku agar ia bisa melakukan apa pun yang ia mau.”

Mendengar jawaban Abu Lahab, legalah perasaan mereka karena Abu Lahab masih setia dengan agama nenek moyangnya. Mereka menanggapi positif keputusan Abu Lahab, “Engkau telah berbuat baik dan menyambungkan tali silaturrahim.”

Sejak saat itu, kaum musyrikin Quraisy tidak pernah mendekati Muhammad agar tidak menyinggung perasaan Abu Lahab. Rasulullah saw bebas berdakwah kapan pun dan di mana pun tanpa ada yang menghalangi.



Kaum musyrikin Quraisy melihat gejala yang tidak baik jika Muhammad dibiarkan bebas menyiarkan Islam. Mereka berkumpul untuk mengatur siasat. Akhirnya, mereka menemukan cara jitu untuk menghasut Abu Lahab. Strategi ini dilakukan oleh Uqbah bin Mu’ith dan Abu Jahal bin Hisyam.

Mereka berkata kepada Abu Lahab, “Muhammad mengatakan bahwa ada kehidupan lain di hari akhirat ketika semua orang menerima balasan dari apa yang telah mereka perbuat di dunia ini. Orang yang beriman akan mendapatkan surga dan orang yang ingkar akan masuk neraka jahanam. Apakah ia memberitahumu di mana tempat Abdul Muthalib? Di surga atau neraka?”

Pertanyaan itu mengganggu pikiran Abu Lahab. Ia segera mendatangi Rasulullah saw untuk menanyakan perihal tersebut. Rasulullah menjawab, “Abdul Muthalib bersama kaumnya.”

Jawaban itu menenangkan Abu Lahab. Ia pun menceritakan jawaban Muhammad kepada Abu Jahal dan Uqbah. Mereka tertawa mengejek Abu Lahab, “Benar, Abdul Muthalib memang bersama kaumnya, tetapi di neraka! Mengapa tidak kau tanyakan hal itu kepada Muhammad?”

Abu Lahab sangat marah mendengar hal itu. Ia segera mendatangi Muhammad sekali lagi dan bertanya, “Wahai Muhammad, apakah Abdul Muthalib masuk neraka?”

Dikutip dari ceritainspirasimuslim, tentu saja Rasulullah SAW tidak dapat mengelak dari pertanyaan itu. Beliau harus menjawab dengan jujur meskipun harus kehilangan perlindungan dari Abu Lahab. Beliau pun bersabda, “Ya, siapa pun yang mati dengan memeluk agama Abdul Muthalib akan masuk neraka.”

Setelah mengetahui jawaban itu, Abu Lahab kian murka. Ia marah karena ayahnya termasuk ahli neraka dalam pandangan Islam. Dengan kasar ia berkata kepada Muhammad, “Demi Tuhan! Aku akan memusuhimu selama Abdul Muthalib dinyatakan masuk neraka!”

Kaum Quraisy bersorak gembira mengetahui Abu Lahab kembali menjadi penentang Rasulullah. Ejekan dan cercaan terhadap kaum muslimin makin gencar terhadap Rasulullah. Akhirnya, kaum muslimin Mekah bersama Rasulullah berangsur-angsur hijrah ke Thaif.[]

Sumber | republished by (YM) Yes Muslim !